TEHERAN – Eskalasi konflik di Timur Tengah kembali meningkat setelah militer Israel mengonfirmasi adanya peluncuran rudal dari Iran menuju wilayahnya.
Sistem peringatan dini di sejumlah kota Israel dilaporkan aktif menyusul deteksi ancaman tersebut.
Militer Israel menyatakan Angkatan Udara segera dikerahkan untuk melakukan pencegatan. Warga diminta mematuhi instruksi Komando Pertahanan Dalam Negeri dan tetap berada di lokasi aman hingga situasi dinyatakan terkendali.
Peristiwa ini terjadi hanya beberapa jam setelah muncul laporan mengenai serangan yang dikaitkan dengan Israel dan Amerika Serikat terhadap sejumlah target di Iran.
Sejumlah pejabat di Teheran menyatakan negaranya tengah menyiapkan respons tegas atas serangan tersebut.
“Balasan akan bersifat menghancurkan,” ujar seorang pejabat Iran seperti dikutip kantor berita internasional.
Sasaran Strategis dan Peningkatan Kesiagaan
Laporan media regional menyebutkan bahwa target serangan sebelumnya mencakup fasilitas yang diduga berkaitan dengan sistem rudal dan pengoperasian kendaraan udara tak berawak (UAV).
Beberapa kota di Iran seperti Qom, Isfahan, Kermanshah, dan Karaj disebut masuk dalam daftar lokasi terdampak.
Di sisi lain, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) meningkatkan status siaga di berbagai pangkalan militer dan wilayah perbatasan.
Penambahan personel dan intensifikasi patroli udara dilakukan guna mengantisipasi potensi serangan lanjutan.
Aktivitas lalu lintas helikopter militer juga terpantau meningkat, menandakan mobilisasi pasukan yang lebih luas sebagai langkah preventif.
Dampak dan Kekhawatiran Global
Hingga laporan ini disusun, belum ada keterangan resmi terkait korban jiwa maupun tingkat kerusakan akibat peluncuran rudal tersebut.
Namun, eskalasi terbaru ini memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan yang selama ini sudah berada dalam tensi tinggi.
Pengamat menilai, setiap langkah balasan berpotensi memperbesar risiko konfrontasi terbuka antara kedua negara, bahkan menyeret aktor regional maupun global lainnya.
Situasi di Timur Tengah kini menjadi perhatian dunia internasional, dengan seruan agar semua pihak menahan diri guna mencegah konflik yang lebih luas.


