![]() |
| Ziarah Kubur Source Pict : Al Azhar |
Bogor -, Bacaan doa ziarah kubur menjelang bulan Ramadan penting diketahui umat Islam. Seperti tradisi yang berkembang di masyarakat, banyak umat Muslim melakukan ziarah kubur sebelum memasuki bulan suci sebagai bentuk penghormatan dan doa kepada orang tua, keluarga, kerabat, serta orang-orang yang telah wafat.
Ziarah kubur merupakan amalan yang disunnahkan dalam Islam, sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW.
Tujuannya bukan hanya mendoakan ahli kubur, tetapi juga mengingatkan peziarah akan kehidupan akhirat dan kematian.
Meski dapat dilakukan kapan saja, ziarah kubur sering dilakukan pada waktu-waktu tertentu, salah satunya menjelang Ramadan, sebagai momentum memperbanyak doa dan memohonkan ampunan bagi mereka yang telah mendahului kita.
Tata Cara Ziarah Kubur Sesuai Sunnah
Berikut tata cara ziarah kubur yang dianjurkan menurut sunnah Rasulullah SAW:
1. Membaca Salam dan Doa Saat Memasuki Area Makam
Sebelum mendekati makam, peziarah dianjurkan mengucapkan salam kepada ahli kubur sebagai bentuk penghormatan.
Doa Salam untuk Ahli Kubur:
السَّلامُ على أهْلِ الدِّيارِ مِنَ المُؤْمِنينَ وَالمُسْلِمينَ وَيَرْحَمُ اللَّهُ المُسْتَقْدِمينَ مِنْكُمْ وَمِنَّا وَالمُسْتَأْخِرينَ، وَإِنَّا إِنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحِقُونَ
Latin:
Assalāmu ‘alā ahlid diyāri minal mu’minīna wal muslimīn, wa yarhamullāhul mustaqdimīna minkum wa minnā wal musta’khirīn, wa innā insyā-Allāhu bikum lāhiqūn.
Artinya:
“Semoga keselamatan tercurah atas kalian wahai penghuni kubur dari kalangan orang-orang mukmin dan muslim. Semoga Allah merahmati orang-orang yang telah lebih dahulu wafat dan orang-orang yang akan menyusul. Dan sesungguhnya kami, insya Allah, akan menyusul kalian.”
2. Membaca Surat Al-Fatihah
Surat Al-Fatihah dibaca sebagai pembuka doa. Surat ini diharapkan menjadi perantara turunnya rahmat dan ampunan Allah SWT bagi ahli kubur.
3. Membaca Ayat-Ayat Al-Qur’an yang Dianjurkan
Selain Al-Fatihah, peziarah dianjurkan membaca beberapa ayat Al-Qur’an, di antaranya:
a. Surat Al-Baqarah Ayat 1–5
Ayat:
الم ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ
Artinya:
“Alif Lam Mim. Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.”
b. Surat Yasin
Membaca Surat Yasin sering diamalkan saat ziarah kubur karena diyakini membawa ketenangan dan menjadi wasilah kebaikan bagi ahli kubur.
c. Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas
Masing-masing dibaca satu atau tiga kali sebagai bentuk permohonan perlindungan dan rahmat dari Allah SWT.
4. Membaca Doa untuk Ahli Kubur
Setelah membaca ayat-ayat Al-Qur’an, peziarah dianjurkan memanjatkan doa khusus untuk orang yang telah wafat.
Doa untuk Ahli Kubur:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ
Artinya:
“Ya Allah, ampunilah mereka, rahmatilah mereka, sejahterakan mereka, dan maafkanlah kesalahan mereka.”
5. Tidak Duduk atau Menginjak Makam
Dalam ziarah kubur, peziarah dilarang duduk, melangkahi, atau menginjak makam sebagai bentuk adab dan penghormatan kepada ahli kubur.
Ziarah kubur menjelang Ramadan bukan sekadar tradisi, melainkan amalan sunnah yang sarat makna. Selain mendoakan orang-orang yang telah wafat, ziarah kubur juga menjadi pengingat bagi setiap Muslim akan kehidupan akhirat, sehingga dapat mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadan dengan hati yang lebih bersih dan penuh keimanan.


