Bogor — Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31 Kecamatan Kemang dimanfaatkan para pemuda dan organisasi kepemudaan (OKP) untuk memperkuat kolaborasi demi kemajuan wilayah.
Hal itu ditandai dengan kegiatan tasyakuran Konsorsium Pemuda Kemang yang digelar di Aula Kecamatan Kemang, Sabtu (7/2/2026).
Ketua Koordinator Konsorsium Pemuda Kemang, Alwi Asfarin, mengatakan pembentukan konsorsium ini berangkat dari inisiatif bersama sejumlah organisasi kepemudaan, seperti KNPI dan Karang Taruna, sebagai ruang refleksi, gagasan, dan kolaborasi lintas organisasi.
“Momentum HUT Kecamatan Kemang ini kami jadikan ruang untuk melepas sekat-sekat organisasi. Ada hal yang lebih penting dari sekadar identitas kelompok, yaitu bagaimana Kecamatan Kemang bisa lebih maju dan progresif melalui peran pemuda,” ujar Alwi kepada wartawan.
Menurut Alwi, selama ini pemuda kerap kebingungan menyalurkan aspirasi, terlebih tidak adanya wakil dewan di tingkat kecamatan. Kondisi tersebut mendorong lahirnya ruang berekspresi dan konsolidasi bersama melalui Konsorsium Pemuda Kemang.
“Ini sebenarnya keresahan yang sudah lama ada. Namun karena masih ada ego sektoral, gagasan-gagasan itu sulit disatukan. Maka kami sepakat melebur dalam satu kesatuan konsorsium,” jelasnya.
Dalam waktu dekat, lanjut Alwi, Konsorsium Pemuda Kemang berencana kembali menggelar pertemuan untuk merumuskan gagasan konkret yang akan disampaikan melalui audiensi dengan Pemerintah Kecamatan Kemang.
Tak hanya itu, konsorsium juga menyoroti sejumlah usulan pembangunan strategis di wilayah Kemang, di antaranya pembangunan SMP Negeri Kemang 3 dan Gedung Olahraga Masyarakat (GOM).
“Pemuda tidak ingin hanya menjadi penonton. Kami ingin terlibat aktif, bukan hanya mengawal, tapi juga menyumbangkan konsep dan gagasan agar pembangunan berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan administrasi yang baik. Itu salah satu keresahan utama kami,” pungkas Alwi.

.jpeg)
