![]() |
| TPU CIBINONG |
CIBINONG, BOGOR – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, ratusan warga memadati Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cibinong, Kabupaten Bogor, untuk melaksanakan tradisi nyekar atau ziarah kubur.
Tradisi ini rutin dilakukan masyarakat sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi keluarga yang telah wafat.
Sejak pagi hari, para peziarah terlihat membawa bunga tabur dan air untuk membersihkan pusara.
Mereka membersihkan area makam, mencabuti rumput liar, lalu memanjatkan doa bersama keluarga. Suasana haru dan khidmat terasa di setiap sudut pemakaman.
Salah seorang warga, Siti (45), mengaku selalu menyempatkan diri berziarah setiap menjelang Ramadan.
“Ini sudah jadi kebiasaan keluarga kami. Sebelum memasuki bulan puasa, kami datang untuk mendoakan orang tua sekaligus mengingatkan diri agar lebih siap secara batin,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).
Hal serupa disampaikan Ahmad (38), warga Kelurahan Nanggewer. Ia datang bersama istri dan anaknya untuk menanamkan nilai-nilai penghormatan kepada leluhur sejak dini.
“Kami ingin anak-anak tahu pentingnya mendoakan kakek-neneknya. Selain itu, ini juga bagian dari tradisi masyarakat Bogor yang terus dijaga,” katanya.
Petugas TPU Cibinong menyebutkan, jumlah peziarah meningkat signifikan dibandingkan hari biasa. Jika biasanya hanya puluhan orang yang datang, menjelang Ramadan jumlahnya bisa mencapai ratusan per hari.
Pihak pengelola pun mengimbau warga untuk tetap menjaga kebersihan dan ketertiban selama berada di area pemakaman.
Tradisi nyekar menjelang Ramadan memang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.
Selain sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga yang telah tiada, ziarah kubur juga menjadi momen refleksi diri sebelum memasuki bulan penuh ampunan.
Dengan semangat kebersamaan dan kekhusyukan, warga berharap Ramadan tahun ini membawa keberkahan serta mempererat tali silaturahmi antar keluarga.


