Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan berbagai keluhan dan usulan, terutama terkait perbaikan infrastruktur jalan lingkungan, drainase, serta persoalan lingkungan yang masih dirasakan di sejumlah wilayah Sukaraja.
Nurhayati mengatakan, reses merupakan momentum penting bagi anggota DPRD untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat di daerah pemilihan.
“Reses ini menjadi sarana kami untuk mendengarkan langsung apa yang dirasakan dan dibutuhkan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan hari ini, khususnya terkait infrastruktur dan lingkungan, akan kami catat dan perjuangkan agar dapat ditindaklanjuti,” ujar Nurhayati.
Sebagai anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor yang membidangi infrastruktur dan pembangunan, Nurhayati menegaskan bahwa persoalan jalan rusak, drainase tersumbat, dan penataan lingkungan harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Masalah infrastruktur dan lingkungan tidak bisa ditunda karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Kami akan mendorong agar usulan yang masuk bisa menjadi prioritas dalam pembahasan bersama dinas terkait,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus aktif menyampaikan aspirasi dan mengawal proses pembangunan di wilayahnya masing-masing.
“Kami butuh partisipasi masyarakat, bukan hanya saat reses, tetapi juga dalam mengawasi pelaksanaan pembangunan agar hasilnya benar-benar sesuai kebutuhan warga,” tambahnya.
Kegiatan reses tersebut berlangsung dengan dialog terbuka dan dihadiri oleh tokoh masyarakat, perangkat desa, serta perwakilan warga dari berbagai wilayah di Kecamatan Sukaraja.


