BOGOR — Musyawarah Kabupaten (MUKAB) IX Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bogor menyisakan cerita menarik di balik kemenangan Hilal Firmansyah dalam kontestasi perebutan kursi Ketua KADIN Kabupaten Bogor periode 2026–2031.
Bukan hanya pertarungan antarfigur dan kekuatan asosiasi pengusaha yang menjadi sorotan. Salah satu titik balik paling menentukan justru disebut datang dari keputusan Ridwan Rusliandi yang memilih mengundurkan diri dari kontestasi dan kemudian memberikan dukungan penuh kepada Hilal Firmansyah.
Langkah tersebut mengubah peta persaingan yang sebelumnya berlangsung dengan tiga kandidat.
Sebelum memasuki tahapan akhir MUKAB IX, tiga nama tercatat berada dalam bursa calon Ketua KADIN Kabupaten Bogor, yakni Hilal Firmansyah, Ridwan Rusliandi, dan Sulhaji Jompa.
Ridwan Rusliandi atau yang akrab di sapa brehom menjadi salahsatu figur yang diperhitungkan dalam perebutan kepemimpinan organisasi dunia usaha tersebut.
Di satu sisi, Sulhaji Jompa datang dengan modal konsolidasi dukungan dari sejumlah asosiasi dan organisasi dunia usaha. Bahkan sebelumnya diberitakan terdapat jejaring 28 asosiasi yang memberikan dukungan terhadap pencalonannya.
Sementara Hilal Firmansyah juga membangun konsolidasi dengan mengusung gagasan KADIN sebagai rumah bersama para pelaku usaha.
Di tengah pertarungan tersebut, posisi Ridwan Rusliandi menjadi salah satu faktor penting.
“Saya memilih mundur bukan karena tidak siap berkompetisi. Saya melihat kepentingan KADIN jauh lebih besar daripada kepentingan pribadi. Karena itu, saya mengambil keputusan untuk mendukung Hilal. Bagi saya, yang paling penting adalah bagaimana KADIN ke depan bisa semakin solid, bersatu dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh pelaku usaha di Kabupaten Bogor.”Tegas Ridwan dalam pidatonya
Keputusan Ridwan untuk tidak melanjutkan pencalonannya menjadi momentum yang mengubah konfigurasi pertarungan.
Alih-alih sekadar mundur, Ridwan disebut kemudian memberikan dukungan penuh kepada Hilal Firmansyah.
Dukungan tersebut membuat kontestasi tidak lagi sekadar mempertemukan tiga kekuatan. Sebagian energi politik organisasi yang sebelumnya berada di belakang Ridwan berpotensi terkonsolidasi ke satu titik: Hilal.
Dan itulah yang kemudian menjadi salah satu cerita paling menarik dari MUKAB IX KADIN Kabupaten Bogor.
Hilal Firmansyah membawa narasi perubahan dengan tagline “KADIN Baru, Pengusaha Bogor Maju” dan menekankan semangat rereongan sangkan waluya atau gotong royong menuju kesejahteraan.
“Saya tentu sangat menghargai keputusan dan dukungan Ridwan Rusliandi. Ini bukan kemenangan saya pribadi, tetapi kemenangan seluruh keluarga besar KADIN Kabupaten Bogor. Setelah MUKAB selesai, tidak ada lagi kubu-kubuan. Kita harus kembali menjadi satu KADIN dan bersama-sama membangun dunia usaha Kabupaten Bogor.”
Keputusan tersebut juga menunjukkan bahwa dalam kontestasi organisasi, kemenangan tidak hanya ditentukan oleh siapa yang paling awal mendeklarasikan diri atau siapa yang paling banyak mengklaim dukungan.
Pada akhirnya, dukungan yang terkonsolidasi tersebut berujung pada kemenangan Hilal Firmansyah dalam MUKAB IX KADIN Kabupaten Bogor.
Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri persaingan yang sejak beberapa pekan sebelumnya menjadi perhatian kalangan dunia usaha Kabupaten Bogor.
Nama Sulhaji Jompa yang sebelumnya memiliki kekuatan dukungan asosiasi akhirnya harus mengakui keunggulan Hilal dalam forum MUKAB.
Sementara Ridwan Rusliandi mencatat peran berbeda: bukan sebagai pemenang kontestasi, tetapi sebagai figur yang keputusannya disebut ikut mengubah arah pertarungan.
Dinamika MUKAB IX memberikan satu pelajaran penting.
Dalam kontestasi organisasi, kemenangan tidak selalu lahir dari ambisi untuk menjadi nomor satu.
Terkadang, keputusan untuk mengundurkan diri dan memberikan dukungan kepada figur lain justru dapat memberikan pengaruh lebih besar terhadap hasil akhir.
Ridwan Rusliandi menunjukkan bahwa sebuah keputusan politik organisasi dapat memiliki efek berantai.
Ketika kekuatan yang sebelumnya terbagi kemudian terkonsolidasi, peta pertarungan pun berubah.
Dan pada MUKAB IX KADIN Kabupaten Bogor, perubahan tersebut pada akhirnya mengantarkan Hilal Firmansyah menjadi pemenang.
Kemenangan dalam MUKAB bukanlah garis akhir. Justru setelah terpilih, ekspektasi dunia usaha Kabupaten Bogor akan semakin besar.
Hilal dituntut membuktikan bahwa narasi “KADIN Baru, Pengusaha Bogor Maju” bukan sekadar slogan kontestasi, melainkan benar-benar diterjemahkan menjadi program kerja yang mampu memperkuat kolaborasi, memperluas peluang usaha, dan menghadirkan manfaat nyata bagi anggota KADIN.
Dengan dukungan yang terbentuk dari berbagai kekuatan, termasuk dukungan Ridwan Rusliandi, kepemimpinan Hilal kini memasuki babak yang sesungguhnya.
MUKAB telah selesai. Kontestasi berakhir. Saatnya KADIN Kabupaten Bogor bekerja.
TONTON SELENGKAPNYA


