Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger Templates

Breaking News

🔄 Memuat breaking news...

Iklan

Iklan

komentar

Tasyakuran Kemenangan ; Hilal Firmansyah Resmi Pimpin Kadin Bogor, Kubu Ridwan Rusliadi Beri Sinyal Mengejutkan

Nia
Rabu, 09 September 2026
Last Updated 2026-09-10T14:19:20Z
masukkan script iklan disini



BOGOR — Kepemimpinan baru Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bogor periode 2026–2031 mulai membuka babak baru. Ketua Kadin terpilih, Hilal Firmansyah, SE, MM, menegaskan pentingnya persatuan dan kolaborasi seluruh elemen dunia usaha untuk membawa organisasi tersebut menjadi semakin kuat dan mampu memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha di Kabupaten Bogor.


Pesan itu disampaikan Hilal dalam acara tasyakuran atas terpilihnya sebagai Ketua Kadin Kabupaten Bogor periode 2026–2031, yang digelar di Beanfinity Cibinong Square, Rabu (9/9/2026) malam.


Suasana tasyakuran berlangsung hangat. Sejumlah organisasi dan asosiasi yang mewakili berbagai sektor usaha hadir dalam momentum tersebut. Di antaranya Apindo, PHRI, Apeknas, HIPMI, Gapensi, Gapeksindo, sektor perumahan, PPJI hingga IWAPI.


Turut hadir Ketua Gapeknas Jawa Barat, Ketua Gapeknas Kabupaten Bogor, Ketua Apeknas serta Ketua IWAPI.


Bagi Hilal, kehadiran berbagai organisasi tersebut menjadi gambaran bahwa masa depan Kadin Kabupaten Bogor tidak bisa dibangun oleh satu kelompok saja.


Ia mengajak seluruh pelaku usaha untuk meninggalkan sekat-sekat kontestasi dan mulai memusatkan energi pada agenda yang lebih besar, yakni membangun ekosistem dunia usaha Kabupaten Bogor yang solid, produktif dan kompetitif.


Momentum tasyakuran juga menjadi penanda bahwa dinamika pemilihan Ketua Kadin Kabupaten Bogor telah selesai. Kini, tantangan yang berada di depan mata adalah bagaimana seluruh kekuatan yang sebelumnya berada dalam kontestasi dapat kembali duduk bersama dan bekerja untuk kepentingan dunia usaha.


Ketua Tim Pemenangan Hilal Firmansyah, Gustav Manurung, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengungkapkan rasa syukur atas seluruh proses panjang yang telah dilalui.


Menurut Gustav, perjalanan menuju terpilihnya Hilal tidak berlangsung mudah.


“Kesempatan ini menjadi momentum untuk bersyukur kepada semua yang telah berjuang. Perjuangan ini benar-benar menguras tenaga,” ujar Gustav.

 

Ia sekaligus memberikan apresiasi kepada Ridwan Rusliadi atau Brehom, yang dinilai telah menjadi bagian penting dalam proses demokrasi organisasi tersebut.


Gustav berharap kepemimpinan Hilal tidak berhenti pada agenda internal organisasi, tetapi mampu memperluas sinergi dengan pemerintah daerah, asosiasi usaha, dunia industri dan seluruh pemangku kepentingan.


Hilal juga menekankan bahwa Kadin ke depan harus semakin dekat dengan para pelaku usaha.


Menurutnya, seorang ketua Kadin tidak cukup hanya menjalankan aktivitas organisasi dari balik meja. Kepemimpinan harus hadir langsung di lapangan, mendengar persoalan yang dihadapi pengusaha dan mencari solusi melalui kolaborasi.


Aspirasi pelaku usaha, kata dia, harus menjadi bagian penting dalam menentukan arah gerak organisasi.


Mulai dari pengusaha besar, sektor konstruksi, perhotelan, kuliner, properti, UMKM hingga berbagai sektor usaha lainnya harus memiliki ruang komunikasi yang terbuka di dalam ekosistem Kadin Kabupaten Bogor.


Pendekatan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi kepengurusan baru untuk menjadikan Kadin bukan sekadar organisasi formal, melainkan rumah bersama dunia usaha Kabupaten Bogor.


Menariknya, semangat rekonsiliasi juga terlihat dari kubu yang sebelumnya berada di barisan Ridwan Rusliadi.


Ketua Tim Pemenangan Ridwan Rusliadi, H. Juju Junaedi, menegaskan bahwa kemenangan Hilal tidak seharusnya dipandang sebagai kemenangan satu kelompok.


Ia menyebut seluruh pihak memiliki tanggung jawab yang sama untuk membesarkan Kadin Kabupaten Bogor.


“Tim sukses bisa bubar, tetapi semangat untuk bekerja tidak akan luntur. Kami siap bekerja 24 jam demi Kadin Kabupaten Bogor,” katanya.

 

Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa rivalitas dalam kontestasi kepemimpinan tidak harus berlanjut menjadi perpecahan setelah proses pemilihan selesai.


Justru sebaliknya, energi yang sebelumnya digunakan untuk memenangkan kontestasi dapat dialihkan menjadi kekuatan baru untuk menjalankan program-program Kadin.


Dengan berakhirnya kontestasi dan terbentuknya kepemimpinan baru, Kadin Kabupaten Bogor kini menghadapi pekerjaan yang jauh lebih besar.


Persatuan antarorganisasi usaha, penguatan komunikasi dengan pemerintah, peningkatan daya saing pengusaha lokal serta pembukaan akses dan jaringan bisnis menjadi sejumlah pekerjaan yang menunggu untuk dijalankan.


Kehadiran berbagai asosiasi dalam acara tasyakuran Hilal juga menunjukkan adanya harapan agar Kadin mampu memainkan peran lebih besar sebagai jembatan antara dunia usaha, pemerintah dan masyarakat.


Bagi kepengurusan periode 2026–2031, kemenangan dalam kontestasi hanyalah titik awal.


Tantangan sesungguhnya adalah membuktikan bahwa Kadin Kabupaten Bogor mampu bergerak bersama, membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dan menghadirkan manfaat nyata bagi dunia usaha.


Dengan semangat persatuan yang mulai dibangun sejak awal kepemimpinan, Kadin Kabupaten Bogor memasuki babak baru: bukan lagi soal siapa yang menang dan siapa yang kalah, melainkan seberapa besar organisasi ini mampu bekerja untuk kemajuan ekonomi Kabupaten Bogor.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Disqus Shortname

Comments system

Tag Terpopuler

Iklan