BOGOR – Puncak peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 tahun 2026 akan digelar di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.
Pemilihan lokasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mengingat kembali perjalanan sejarah daerah sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, mengatakan bahwa penetapan Desa Malasari sebagai pusat perayaan HJB bukanlah keputusan tanpa pertimbangan. Menurutnya, lokasi tersebut memiliki nilai historis yang erat dengan perjalanan Kabupaten Bogor.
“Bupati mengajak kita untuk mengulang sejarah dan mengingatkan kembali sejarah kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bogor,” ujar Sastra Winara, Senin (25/5/2026).
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan puncak Hari Jadi Bogor ke-544 akan diawali dengan upacara peringatan yang dilanjutkan dengan rapat paripurna DPRD Kabupaten Bogor.
Berbeda dari biasanya, seluruh rangkaian acara akan dilaksanakan di kawasan Desa Malasari sebagai simbol kedekatan pemerintah dengan akar sejarah daerah.
Menurut Sastra, seluruh anggota DPRD Kabupaten Bogor juga dianjurkan mengenakan pakaian adat Sunda dalam kegiatan tersebut sesuai tata tertib dan semangat pelestarian budaya lokal yang diusung pada peringatan HJB tahun ini.
“Semangat yang ingin dibangun bukan hanya memperingati hari jadi daerah, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya dan sejarah Bogor,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Sunda, Sastra mengaku berencana mengenakan pangsi, pakaian adat khas pria Sunda, saat menghadiri rangkaian acara di Malasari.
“Kami ingin memakai pangsi di sana agar lebih dekat dengan masyarakat setempat,” ungkapnya.
Peringatan Hari Jadi Bogor ke-544 di Desa Malasari diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi sarana edukasi sejarah bagi masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya Kabupaten Bogor.
Melalui momentum tersebut, pemerintah daerah ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga warisan sejarah dan budaya sebagai bagian penting dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Pemilihan Desa Malasari sebagai lokasi puncak HJB juga dinilai mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Rudy Susmanto dalam menghadirkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pelestarian nilai-nilai sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Bogor.


