BOGOR – Peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 pada tahun 2026 mencatatkan tonggak sejarah baru dalam perjalanan Kabupaten Bogor. Untuk pertama kalinya, puncak rangkaian perayaan sekaligus Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Bogor diselenggarakan di luar Gedung DPRD, tepatnya di kawasan Desa Wisata Malasari, Kecamatan Nanggung.
Momentum bersejarah tersebut berlangsung pada 2–3 Juni 2026 dengan mengusung semangat mendekatkan pemerintahan kepada masyarakat sekaligus mengangkat potensi wisata, budaya, dan sejarah Kabupaten Bogor.
Beragam kegiatan mewarnai puncak HJB ke-544, mulai dari sunatan massal, tradisi Ngubek Empang, hingga pagelaran wayang golek yang menjadi bagian dari pelestarian budaya Sunda. Tak hanya itu, upacara peringatan Hari Jadi Bogor juga untuk pertama kalinya dipusatkan di Lapangan Citalahab, Desa Malasari.
Sementara itu, Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Bogor digelar di Padepokan Lemah Pandita, Desa Malasari, pada Rabu (3/6/2026).
Agenda tersebut dihadiri Bupati Bogor Rudy Susmanto, Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, camat, aparatur sipil negara (ASN), serta anggota DPRD Kabupaten Bogor.
Suasana paripurna tampak berbeda dari biasanya. Seluruh unsur pemerintah daerah dan legislatif kompak mengenakan pakaian adat Sunda berupa pangsi berwarna putih dan hitam sebagai simbol penghormatan terhadap budaya lokal.
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, mengatakan penyelenggaraan rapat paripurna di Desa Malasari memiliki nilai historis yang sangat penting bagi Kabupaten Bogor.
"Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Bogor tahun ini memiliki makna sejarah karena untuk pertama kalinya dilaksanakan di luar Gedung DPRD Kabupaten Bogor di Cibinong," ujarnya.
Menurut Sastra, pemilihan kawasan Malasari sebagai lokasi penyelenggaraan bukan tanpa alasan. Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan HJB ke-544, wilayah tersebut memiliki keterkaitan erat dengan sejarah pemerintahan Kabupaten Bogor.
Ia berharap momentum tersebut mampu memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
"Rapat Paripurna di luar gedung DPRD Kabupaten Bogor adalah sejarah baru dan menjadi momentum yang sangat istimewa dalam Hari Jadi Bogor ke-544," katanya.
Sastra juga menjelaskan bahwa Desa Malasari merupakan kawasan yang memiliki nilai sejarah tinggi karena diyakini menjadi lokasi Pendopo Bupati Bogor pertama pada masa Raden Ipik Gandamana. Oleh karena itu, penyelenggaraan agenda resmi pemerintahan di wilayah tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap perjalanan panjang sejarah Kabupaten Bogor.
Pemerintah Kabupaten Bogor melalui rangkaian HJB ke-544 juga ingin memperkenalkan potensi Desa Wisata Malasari sebagai destinasi yang memadukan kekayaan alam, budaya, dan sejarah. Dengan dipusatkannya sejumlah kegiatan pemerintahan dan kebudayaan di kawasan tersebut, diharapkan daya tarik wisata serta perekonomian masyarakat setempat dapat terus berkembang.
Perayaan Hari Jadi Bogor ke-544 pun tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi simbol komitmen pemerintah daerah untuk melestarikan warisan sejarah, memperkuat identitas budaya, serta membangun Kabupaten Bogor secara lebih inklusif dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.


