BOGOR — Institut Teknologi dan Bisnis Visi Nusantara (ITB Vinus) resmi memulai pembangunan kampus induknya di Cibinong, Kabupaten Bogor. Peletakan batu pertama atau groundbreaking tersebut digelar pada Kamis, 24 September 2026, dan menjadi bagian dari langkah ITB Vinus memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Bogor.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan orientasi mahasiswa baru ITB Vinus. Tahun ini, sebanyak 1.200 mahasiswa baru mengikuti rangkaian kegiatan yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Bogor.
Ketua Yayasan Visi Nusantara, Yusfitriadi, mengatakan pembangunan kampus induk tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan pendidikan tinggi yang lebih dekat dengan masyarakat.
Menurutnya, ITB Vinus tidak hanya berfokus membangun satu pusat pendidikan, tetapi juga menghadirkan kampus di sejumlah wilayah strategis Kabupaten Bogor.
“Di sini kita kan punya empat kampus. Pertama kampus induk di Cibinong. Itu untuk mengakomodir masyarakat di wilayah tengah dan utara, untuk mahasiswa Parung, Gunung Sindur, dan lainnya,” kata Yusfitriadi.
Selain kampus induk di Cibinong, ITB Vinus juga memiliki kampus di Cileungsi yang ditujukan untuk melayani masyarakat di wilayah Bogor Timur, termasuk Jonggol, Sukamakmur dan daerah sekitarnya.
Kemudian terdapat kampus di Cijeruk untuk menjangkau masyarakat di wilayah selatan seperti Cigombong, Tamansari dan sekitarnya. Sementara kampus lainnya berada di Cibungbulang, yang diperuntukkan bagi masyarakat wilayah Bogor Barat, termasuk Parung Panjang dan daerah sekitarnya.
Yusfitriadi menjelaskan, keberadaan empat kampus tersebut merupakan strategi ITB Vinus untuk mengatasi salah satu persoalan yang selama ini menjadi hambatan masyarakat dalam mengakses pendidikan tinggi, yakni jarak dan biaya.
“Misalnya gini, masyarakat Bogor malas kuliah. Padahal siapa tahu mungkin karena jauh, mungkin karena nggak punya ongkos, mungkin karena kondisi ekonomi. Maka kita yang mendekatkan ke masyarakat,” jelasnya.
Menurut Yusfitriadi, akses terhadap pendidikan tinggi tidak seharusnya hanya tersedia bagi masyarakat yang tinggal dekat dengan pusat kota atau memiliki kemampuan ekonomi yang memadai.
Karena itu, ITB Vinus memilih pendekatan dengan mendekatkan layanan pendidikan kepada masyarakat di tingkat regional.
“Kita blusukan ke masyarakat, biar melihat langsung kendala masyarakat. Kalau misalnya kampusnya jauh, kita buatkan di tempat regional. Kalau misalnya ekonomi, kita kuatkan beasiswanya,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen ITB Vinus untuk menyediakan pendidikan tinggi yang dekat, terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Bogor.
Menurutnya, keberadaan kampus di beberapa wilayah juga memungkinkan calon mahasiswa mengakses pendidikan tanpa harus menghadapi kendala jarak yang terlalu jauh.
Hal itu dinilai penting mengingat luas wilayah Kabupaten Bogor membuat akses menuju perguruan tinggi menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian masyarakat.
Pada tahun akademik ini, ITB Vinus menerima sekitar 1.200 mahasiswa baru. Yusfitriadi menyebut sebagian besar mahasiswa tersebut merupakan penerima manfaat dari program pemerintah daerah.
“Seperti ini, mahasiswa yang 1.200 kebanyakan adalah mahasiswa yang di program pemerintah daerah,” ungkapnya.
Dengan pembangunan kampus induk dan keberadaan empat kampus regional, ITB Vinus menargetkan akses pendidikan tinggi semakin terbuka bagi masyarakat dari berbagai penjuru Kabupaten Bogor.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan perguruan tinggi tidak hanya berbicara mengenai pembangunan gedung, tetapi juga bagaimana pendidikan dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat yang membutuhkan.
Peletakan batu pertama kampus induk di Cibinong pun menjadi salah satu tahapan penting bagi ITB Vinus dalam memperkuat infrastruktur pendidikan sekaligus memperluas jangkauan layanan pendidikan tinggi di Kabupaten Bogor.


