BOGOR – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, memberikan apresiasi kepada Satuan Reserse Narkoba Polres Bogor atas keberhasilan mengungkap puluhan kasus peredaran gelap narkotika dan obat-obatan terlarang selama periode Mei hingga Juli 2026.
Keberhasilan tersebut dinilai menjadi langkah nyata dalam melindungi masyarakat dari ancaman penyalahgunaan narkoba yang semakin kompleks.
Berdasarkan hasil pengungkapan yang dilakukan Polres Bogor, aparat berhasil membongkar 74 kasus peredaran narkoba dengan mengamankan 95 orang tersangka.
Dari operasi tersebut, polisi turut menyita berbagai barang bukti, termasuk lebih dari 1.068.900 butir Obat Keras Tertentu (OKT), yang menjadi salah satu temuan terbesar dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.
Sastra Winara menilai keberhasilan aparat kepolisian tersebut telah menyelamatkan ribuan bahkan jutaan masyarakat, khususnya generasi muda, dari potensi penyalahgunaan narkoba.
"Kami mengapresiasi kerja keras jajaran Polres Bogor yang berhasil mengungkap berbagai kasus peredaran narkoba. Barang bukti dalam jumlah sangat besar itu tidak sampai beredar di tengah masyarakat karena berhasil diamankan oleh kepolisian," ujar Sastra kepada awak media, Senin (20/7/2026).
Menurut Sastra, perang melawan narkoba tidak dapat dibebankan hanya kepada aparat penegak hukum. Ia menegaskan keberhasilan pemberantasan narkoba membutuhkan kolaborasi yang kuat antara kepolisian, TNI, Pemerintah Kabupaten Bogor, serta seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Ia menjelaskan, aparat kepolisian memiliki peran utama dalam penegakan hukum, sedangkan pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat harus memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi dan pembinaan.
"Polres tidak bisa bekerja sendiri, begitu juga Kodim. Dibutuhkan sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur Forkopimda. Jika kepolisian fokus pada penindakan, maka kita semua memiliki tanggung jawab membangun kesadaran masyarakat agar menjauhi narkoba," katanya.
Sastra juga menyoroti indikasi bahwa peredaran narkoba mulai menyasar kalangan pelajar. Kondisi tersebut dinilai harus menjadi perhatian serius seluruh pihak karena menyangkut masa depan generasi muda.
Ia mendorong agar peran Satuan Tugas (Satgas) Pelajar diperkuat melalui berbagai program penyuluhan, sosialisasi, dan edukasi di sekolah-sekolah. Menurutnya, langkah preventif jauh lebih efektif apabila dilakukan sejak usia dini.
"Kita harus memberikan pemahaman kepada para pelajar tentang bahaya narkoba. Jangan sampai mereka tergoda untuk mencoba, karena dampaknya bukan hanya merusak masa depan pribadi, tetapi juga menghancurkan keluarga dan lingkungan sekitarnya," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Sastra juga menegaskan dukungannya terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Bogor yang menerapkan sanksi tegas bagi aparatur sipil negara (ASN) yang terbukti menyalahgunakan ataupun terlibat dalam jaringan peredaran narkoba.
Menurutnya, ASN harus menjadi teladan bagi masyarakat sehingga tidak boleh terlibat dalam penyalahgunaan narkotika maupun obat-obatan terlarang.
"Komitmen pemerintah daerah sudah sangat jelas. Bupati Bogor telah menegaskan bahwa ASN yang terbukti menggunakan ataupun mengedarkan narkoba akan dikenakan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Selain memberikan dukungan terhadap langkah penegakan hukum yang dilakukan Polres Bogor, DPRD Kabupaten Bogor juga membuka peluang untuk memperkuat program pencegahan melalui dukungan kebijakan maupun anggaran daerah.
Sastra mengatakan pembahasan mengenai dukungan anggaran bagi kegiatan edukasi, pencegahan, hingga rehabilitasi penyalahguna narkoba akan dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Bogor dan Polres Bogor agar program yang disusun benar-benar efektif dan tepat sasaran.
Ia berharap sinergi seluruh pihak dapat mempersempit ruang gerak jaringan peredaran narkoba sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penyalahgunaan narkotika.
"Perang melawan narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan, lembaga pendidikan, dan masyarakat, kita optimistis Kabupaten Bogor dapat menjadi daerah yang semakin aman dari ancaman narkoba," pungkasnya.


